Hari pertama kerja tanggal 27 Juni. Aku ditempatkan di EM (Express Maintenance) bay bersama partner kerjaku Kevin. Aku panggil dia si oldman, bapak ini berusia 65th dan tahun depan katanya pensiun. Minggu pertama, badan terasa sakit semua. Semua masih baru bagiku. Sistem kerja, ritme kerja, dsb. Hari pertama, ada fire drill. Sebuah “welcoming gesture” yang sangat “hangat”.
Minggu kedua, si oldman cuti 3 hari. Aku dipasangkan dengan Beth, ibu-ibu muda yang penampilannya seperti lesbian, sebagai pengganti oldman. Situasi makin parah. Aku merasa tersiksa kerja dengannya. Meskipun dia masih magang, tapi sudah magang di sini 3 tahun dan tahun depan dia sudah lulus. Di Australia, orang lokal bisa magang selama 4th dan mendapat ijasah tanpa sekolah. Jadi secara praktik dan pengalaman, si ibu ini lebih jago. Dia menganggapku remeh dan dia kurang inisiatif juga.
Minggu ketiga, mobilku masuk bengkel. Karena itu, aku memutuskan pindah ke Ipswich supaya dekat dengan tempat kerja. Hari pertama dan kedua hujan. Jalan kaki ke tempat kerja setengah jam. Sehari sejam buat jalan kaki. Hari kedua kaki linu sakit semua. Hari ketiga berangkat jalan kaki dan siangnya dikabari mobilku sudah bisa diambil. Malamnya ambil mobil dan balik lagi ke Ipswich.
Minggu ke 4, lebih lancar ritme kerjanya. Badan sudah tidak sakit-sakit. Tubuh sudah menyesuaikan.