Filosofi dari Okinawa, Jepang ini punya kisah yang menarik. Bermula dari wanita-wanita penyelam kerang di pesisir pantai Okinawa. Mereka tangguh dan teguh dalam pendirian. Mereka menjalani hidup sesuai dengan tujuan hidup yang mereka yakini.
Aku mendengar pertama kali mengenai filosofi Ikigai dari seorang bapak ketika kerja di Mining Site di Weipa sekitar setahun lalu. Dia adalah rekan kerja sekaligus teman satu rumah saat bertugas di Weipa.
Bapak itu menggebu-gebu menceritakan tentang Ikigai. Padahal dia seorang Aussie. Tapi ternyata dia pernah mengajar bahasa Inggris di Jepang dan akhirnya mendapat istri orang sana pula. Awalnya aku hanya mendengarkan saja, tanpa mencari tahu lebih banyak.
Hingga suatu hari, aku kerja di Lifeline Bookfest di Brisbane kemarin bulan Juni. Di situ terhampar ribuan buku bekas dengan berbagai macam rupa dan gaya. Pameran buku bekas terbesar yang pernah aku lihat selama ini.
Tiba-tiba mataku tertuju kepada satu buku bertuliskan Ikigai. Aku langsung teringat kisah yang diceritakan bapak pekerja tambang waktu itu. Aku beli buku itu dan aku baca.

Dari situ aku mendapat titik terang untuk mencari tujuan hidupku. Kata Naruto, “Ini adalah Jalan Ninja-ku”. Bila dibuat diagram Venn, ada 3 poin penting, dan carilah irisan di tengah-tengahnya. Yaitu, apa yang kamu suka, apa yang kamu jago, dan apa yang dunia ini butuhkan.
Untuk mencari jawaban itu, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan kepekaan batin dan kedewasaan pikiran. Aku percaya bila kita menemukan apa Jalan Ninja kita, hidup kita lebih bermakna dan berwarna.

Leave a Reply